Pernah, waktu jalan2 ke toko buku, liat novel yang covernya kayak gambar disamping? Udah pada baca belom? Kalo belom, saya saranin untuk dibaca.Divortiare adalah judul fiksi metropop dari Ika Natassa, setelah sebelumnya A Very Yuppy Wedding (AVYW). Dari judul sama cover bukunya, pasti ketahuan kalo ceritanya berbau perceraian. Divortiare bercerita tentang seorang banker muda sukses bernama Alexandra yang sudah dua tahun living single dengan status janda, dan selama itu juga berusaha keras untuk menghapus bayang2 Beno, mantan suaminya. Ditambah karna ia memiliki tato (on her left boob) bertuliskan empat huruf nama sang mantan suami. Bagi Alexandra, hanya tato itulah yang mengingatkannya bahwa -walau bagaimanapun- ia pernah mengalami masa2 bahagia bersama Beno. Tapi tato itu jugalah yang membuatnya benci dengan Beno karna telah menjadikannya janda diusia muda dan membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap apa yang namanya pernikahan. Dan walau kemudian ia memutuskan menghapus tato itu, bukan berarti kenangan akan Beno ikut terhapus. Atas saran dari Wina, sahabatnya, Alexandra mencoba membuka hatinya untuk pria lain. Denny, gebetan lama semasa kuliah, keliatan sempurna untuk Alexandra. Sama2 banker, super pengertian dan perhatian, sabar menghadapi Alexandra yang emosinya agak me-letup2. Tapi masuknya Denny dalam kehidupan ALexandra pun nggak lantas membuatnya langsung bisa melupakan Beno. Takdir selalu mempertemukannya dengan si mantan suami dalam berbagai situasi yang nggak terduga.
Pada akhirnya, berhasil nggak sih Alexandra melupakan Beno, dengan menerima ajakan nikah dari Denny? Well, you have to buy the book and read it.
Di Divortiare ada kejadian2 yang nggak terduga yang dialami Alexandra. Jadinya buku ini seru untuk dibaca. Kayak waktu Alexandra tanpa sadar memanggil Denny dengan "Ben" bukannya "Den" -gokil banget bisa ampe nyebut nama pacar dengan nama mantan suami. Haha. Apa yang dialami Alexandra sangat menghibur. Ada romantisnya. Ada kocaknya. Juga ada sedihnya -tapi bukan yang mellow tolol gitu.
The story of Divortiare is meaningful and inspiring. Percakapan2 antara Alexandra dan Wina ketika mereka saling curhat, ngingetin saya kalo yang namanya sahabat akan selalu ada setiap saat. Pertengkaran2 Alexandra dengan Beno setiap kali mereka ketemu, bikin saya gregetan dan ikut2an emosi juga. Hehe. Nah, bagian yang paling saya suka dari buku ini adalah narasi si tokoh utama ketika dia mengungkapkan perasaannya, pikirannya, dan keadaannya. Kayak pendapatnya tentang Jakarta yang bukanlah tempat yang tepat untuk memulai sebuah keluarga. Atau tentang pandangan orang2 di Indonesia mengenai wanita dengan predikat janda. Atau tentang when we need to compatmentalize our life. And thanks to this book yang bikin saya merubah pandangan saya bahwa punya suami yang berprofesi dokter pasti oke banget. Haha.
Dibanding dengan AVYW, buku kedua Ika ini lebih bagus. Walaupun porsi cerita tentang pekerjaan seorang banker terlalu banyak didalam novel ini dan beberapa kayaknya nggak penting deh untuk dimasukkan dalam cerita. Tapi dipikir2, lumayanlah untuk menambah pengetahuan saya tentang dunia banking. Masih nyebut2 beberapa big brands juga. Kalo saya liat dari sisi bahasanya, udah nggak "belepotan" lagi kayak di AVYW. Secara yang saya denger kalo bahasa Indonesia nya si penulis agak ancur (hehe, sorry yah mba Ika). Mungkin itu juga sebabnya si yang nulis masih banyak nyelipin bahasa inggrisnya. Ending-nya yang diluar ekspektasi saya, bikin saya gregetan dan nggak sabar menanti keluarnya buku ketiga dari Ika Natassa (siapa tahu Andrea ama Adjie nongol lagi. Hehe). Tapi katanya bakal ada Divortiare 2nd edition. Semoga di 2nd edition itu rasa penasaran saya dan pembaca lain yang udah baca Divortiare terjawab.
Kayaknya buku ini pas banget dijadiin teman selama perjalanan mudik nanti (apalagi kalo jalanan macet). Atau buat yang nggak mudik -kayak saya-, bisa lah jadi hiburan ringan saat liburan nanti.


No comments:
Post a Comment